Cek Domain Anda

Cek Nama Domain ?

Visitors Traffic

Kategori Artikel
Radio Online
Buku Tamu


Blogroll
SLINK

Menelusuri Denyut Nadi Kasus Ibu Prita

Kasus pencemaran nama baik oleh RS Omni International yang dituduhkan kepada Ibu Prita Mulyasari bergulir menjadi sebuah fenomena tak terbendung. Kasus yang bermula dari sebuah email keluhan Ibu Prita yang di sampaikan kepada seorang teman dan lalu menyebar ke ranah publik ini kini menjadi perhatian masyarakat luas. Tak hanya   orang kota yang memberi perhatian pada kasus ini, namun hingga pelosok pedesaanpun kini   mengetahui kasus ini dan banyak pula yang mengadakan aksi solidaritas Koin Keadilan Untuk Prita.

Lalu bagaimana kasus ini kini menjadi sangat menarik dan popular?

Pada awalnya, ketika RS Omni International   ini mengajukan gugatan terhadap Ibu Prita, hanya segelintir orang yang peduli. Hanya seputar blogger , facebooker atau pengguna internet dan media massa yang memberi perhatian. Maklum, kasus ini berawal dari sebuah  kegiatan di dunia maya (email/surat elektronik).

Tetapi justru karena hal itulah kasus ini terus mendapatkan perhatian. Hal ini karena motor penggerak tuntutan keadilan atas kasus ini adalah mereka-mereka yang notabene bukan orang sembarangan. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang intelek, orang-orang yang memiliki banyak akses untuk menjadikan hal ini (kasus Bu Prita ini) menjadi perbincangan publik dan menggerakkan naluri masyarakat   sebagai warga negara yang sepantasnya mendapatkan perlindungan hukum dan keadilan.

Hal lain yang menjadikan kasus ini sangat fenomenal adalah naluri masyarakat sebagai   konsumen yang sudah sepantasnya menerima perlakuan yang baik atas sebuah pelayanan publik. Naluri itulah yang kemudian menjadikan masyarakat merasa memiliki hubungan emosional dengan Ibu Prita. Terlebih lagi mungkin banyak juga diantara masyarakat yang memiliki pengalaman buruk atas sebuah pelayanan publik terutama rumah sakit. Wajar memang ketika sebuah layanan di rumah sakit yang kurang memuaskan kemudian menjadi sebuah luka di hati masyarakat (konsumen) sebab mereka datang ke rumah sakit biasanya dalam keadaan menerima musibah (sakit) dan ketika mereka mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari rumah sakit maka rasa sakit itu bertambah. Dan pengalaman buruk itulah yang membekas di hati masyarakat sehingga merasa memiliki rasa senasib dengan Ibu Prita.

Ketika diawal-awal kasus ini masyarakat sebenarnya sudah geram atas sikap pihak penegak hukum dan pihak Rs Omni International . Masyarakat menyebut hal ini sebagai ibarat ‘membunuh lalat dengan meriam’. Wajar memang jika masyarakat berpendapat demikian. Sebab sebenarnya jika ditelusuri kembali, kasus ini justru membesar karena sikap pihak RS Omni International itu sendiri. Anda saja pada saat itu pihak RS Omni International berbicara secara baik kepada Ibu Prita atau meminta maaf, atau jika masih berkeras hati, meminta Ibu Prita mencabut ungkapannya yang tersebar melalui email, maka kasus ini tentunya tak melebar dan meluber kemana-mana. Dan kini ketika masyarakat mengira kasus ini berakhir secara damai, lalu kemudian ternyata vonis dalam tuntutan perdata Ibu Prita masih harus membayar ganti rugi yang sebegitu besarnya, maka emosi masyarakat kembali memuncak dan solidaritas yang sejak semula   terus mengawal kasus ini menjadikan sebuah kekuatan yang tak terkira. Hal itu menjadi salah satu denyut nadi kasus ini.

Hal lain yang menjadikan simpati masyarakat menguat adalah sikap bersahaja Ibu Prita yang selalu terlihat di setiap kesempatan. Sikap santun dan tidak banyak bicara beliau ini menjadikan masayarakat semain simpati terhadapnya. Masyarakat mungkin membayangkan ketika seorang yang tak banyak bicara ini dicecar oleh penyidik dan kejaksaan dengan berbagai pertanyaan. Tentu tak sebanding.

Dan kini ketika solidaritas masyarakat  bersatu membentuk sebuah kekuatan dan mengumpulkan simpati berupa gerakan Koin Keadilan Untuk Ibu Prita guna membantu Ibu Prita memenuhi tuntutan ganti rugi sebagai vonis kasus perdatanya, justru pihak RS Omni International mengajukan permintaan damai.  Masyarakat justru semakin geram atas hal ini. Banyak yang mengatakan pihak RS Omni International bermain-main dengan hukum di Indonesia.

Dan akhirnya, kita semua doakan semoga   perjuangan Ibu Prita mendapatkan kemudahan serta keadilan yang sebenar-benarnya. [original by omtri.com]

[Bagikan di Facebook ]

 

 

Sat, 12 Dec 2009 @21:53


1 Komentar
image

Sun, 13 Dec 2009 @07:14

Guru Indo

Prita termasuk beruntung, begitu banyak orang yang mendukungnya. Namun, perlu diingat, banyak "wong cilik" yang mendapatkan ketidakadilan dan tidak terekspos sehingga tak ada yang membelanya. Kita semua prihatin.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+2+5

Copyright © 2010 Omtri Dot Com · All Rights Reserved



RSS Feed

Powered by sitekno